Rabu, 22 Februari 2017

Akhiri Saja

Sepertinya rindu ini tak bisa tersampaikan. Ketika seseorang mengagumi lawan jenisnya dan seiring berjalannya waktu kekaguman itu berubah. Berubah menjadi sebuah rasa yang mungkin tak pernah terbayangkan. Rasa yang setiap manusia pernah merasakan. Diberikan kepada Yang Maha Segala-Nya.

Dan kini perlahan aku harus mengakhiri rasa itu. Aku tak mau lebih menyiksa perasaanku. Tersiksa oleh perasaan yang mungkin salah. Namun aku bingung bagaimana aku mengakhiri rasa ini.

Entah harus gimana. Aku harus berusaha mengakhiri rasa ini. Aku tidak mau kamu menjauh hanya karena aku memiliki rasa ini. Aku ingin terus berteman denganmu. Maaf jika rasaku ini membuatmu menjauh dariku. Mungkin kamu menghindar. Maaf jika ini salah. Aku hanya ingin terus berteman denganmu. Aku masih mau mendengarkan curhatanmu. Masih mau kau tanyai tentang tugas dan mendoakanmu sukses untuk masa depanmu kelak. Terima kasih pernah membuatku tersenyum dan lupa akan masalah itu. Dan makasih pernah membuatku nyaman. Maaf rasa ini sungguh salah. 

Kamis, 16 Februari 2017

Mungkin (?)

Aku bingung. Aku tidak tahu kapan aku punya rasa ini. Rasa yang perlahan menyiksaku. Rasa yang semakin lama semakin terlihat. Aku tak mengerti aku harus bagaimana. Mulanya bukan apa apa. Tapi sampai saat ini rasa ini terus menerus membuat hatiku tak menentu.

Mungkin ini yang namanya jatuh cinta. Awalnya dia bukan siapa siapa. Hanya sebatas teman lama. Yang sampai sekarang juga masih teman. Aku kenal dia sudah hampir 6 tahun. Ya.. seperti anak yang sekolah SD. Dia hanya biasa. Sama seperti laki laki lain.

Awalnya dia hanya sekedar memberiku nasihat memberiku dukungan. Karena pada saat itu aku seperti tak punya tujuan. Kerjaanku menangis, galau karena teringat peristiwa yang tak pernah diinginkan dalam satu hubungan.

Hampir setiap hari aku curhat dengannya. Mengeluh, menceritakan apa yang kurasakan. Dia pun selalu menyemangatiku agar bangkit dari kesedihanku. Dia pun sebaliknya, tak jarang dia yang curhat kepadaku meminta pendapatku tentang suatu hal. Memintaku membantunya menyelesaikan tugas dan banyak lagi.

Sampai lama kelamaan aku mulai nyaman dengannya. Entah nyaman yang bagaimana aku juga tidak tau. Dia hanya temanku.

Suatu malam dia mengajakku pergi ketempat yang dia belum pernah kunjungi. Tanpa pikir panjang aku mengiayakan. Malam itu hujan turun tak begitu deras hanya gerimis kecil. Dia datang menjemputku. Tapi entah kenapa jatungku berdetak begitu cepat. Kami pun pergi. Ditempat itu kami bersenda gurau sambil makan. Sampai akhirnya aku diantarnya pulang. Sepanjang jalan pulang pun jantungku berdetak cepat. Seperti aku tak ingin mengakhiri pertemuan ini.

Mulai saat itu aku memiliki rasa yang berbeda kepadanya. Tak hanya sekedar teman. Mungkin lebih. 

Selasa, 19 April 2016

Terima Kasih

Mungkin benar kak apa yang kamu katakan.
Perlahan aku mulai sadar. Ada hal yang lebih penting dari sekedar santai nonton tv, main main kesana kesini.
Ada yang harus diprioritaskan. Semua itu demi sebuah masa depan yang sangat aku inginkan. Masa depan yang sangat aku impikan sejak lama.
Aku akan berusaha keluar dari rasa nyaman ini. Demi masa depanku. Demi semua impianku. Aku akan berusaha mewujudkan impian ini. Walaupun aku harus mengorbankan perasaanku. Ku korbankan rasa sayangku untukmu kak.
Mungkin awalnya akan terasa begitu sakit. Seperti orang yang tak punya tujuan hidup.
Aku akan berusaha sekuat tenaga. Semua itu butuh perjungan butuh pengorbanan. Walau awalnya tak bisa. aku yakin dengan kemampuanku. Aku yakin aku bisa menghadapi semua ini.

Terimakasih sudah jadi yang pertama dalam hidupku. Terima kasih telah jadi penyamangatku selama ini. Terima kasih telah memberiku cinta dan kasih sayang yang begitu besar tulus dari hatimu. Terima kasih atas momen indah yang pernah kita lakukan. Terima kasih atas semua yang pernah kamu berikan kepada. Aku bersyukur kepada Tuhan telah diberikan rasa yang begitu indah ini. Semoga kelak Tuhan akan mempersatukan kita lagi. Terima kasih telah menerima segala kekuranganku, keegoisanku. Aku sadar aku hanya perempuan lemah yang selalu berbuat salah dimatamu. Tulus dari hatiku yang paling dalam, aku sangat mencintaimu dan menyayangimu kak.

Bismillah aku bisa tanpamu 

Memahami

Cemburu sama orang yang kamu sayang itu wajar
Takut kehilangan orang yang kamu sayang itu wajar
Cerewet sama orang yang kamu sayang juga wajar 
Semua itu adalah bentuk kasih sayang seseorang sama orang yang sangat dia sayangi
Apapun akan dia lakukan utuk membuatnya tersenyum bahagia 
Merasakan indahnya kehidupan, yang hanya datang sekali 

Sebuah hubungan yang dilandasi dengan kesetiaan, saling percaya, terbuka satu sama lain, dan tidak dilandasi dengan kebohongan akan bertahan lama 

Namun jika semua itu sudah dilakukan apakah bosan akan menjadi alasan sebuah hubungan berakhir? 

Bosan itu adalah hal yang wajar. Setiap orang pasti merasakan bosan tentang apapun. 

Bosan dalam sebuah hubungan itu wajar. Merasakan kejenuhan dalam sebuah hubungan wajar adanya. Sesorang merasakan apa yang dia harapkan tidak sesuai dengan kenyataanya. 

Tiba-tiba pasanganmu berubah. Entah itu perilakunya, sikapnya atau bahkan perhatiannya kepadamu. 

Dia mungkin ingin keluar dari rasa nyamannya. Dia ingin merasakan hal yang tidak biasa dilakukan. Atau mungkin dia sedang banyak masalah yang rumit.

Kamu sebagai pasangannya harus lebih memahaminya. Dengan kamu menanyakan kepadanya apa yang sebenarnya sedang terjadi sehingga dia berbeda tidak seperti biasanya. 

Jadilah teman curhatnya. Buat dia senyaman mungkin menceritakan keluh kesahnya kepadanya. Berikan nasehat dengan cara yang lembut dan jangan sampai menyakiti hatinya. Jangan malah memarahinya dengan kata kata yang kasar.  
Perlakukan dia senyaman mungkin. Mungkin dia membutuhkan perhatianmu lebih. Cari tau apa yang membuatnya berubah.

Saat pasanganmu seperti ini, meninggalkan pasanganmu hanya karena dia berubah atau bosan itu salah. Cari tau apa yang sebenarnya terjadi. Tanyakan kenapa dia bisa seperti ini. Jangan sampai ketika kamu meninggalkannya sebelum kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kamu akan mengalami penyasalan. Penyesalan yang mungkin tidak bisa kamu perbaiki lagi.

Jadi sebelum kamu melakukan sebuah tindakan besar atau pun kecil pikirkan matang matang terlebih dahulu. Cari tau apa yang sebenarnya terjadi. Pikirkan juga dampak yang akan terjadi setelah kamu melakukan keputusan itu. Minta pendapat ke orang lain. Orang yang bisa kamu percayai.

Jika perpisahan bukanlah jalan keluarnya, pertahankan hubunganmu. Perbaiki kesalahan yang sudah kamu lakukan. Jangan hanya memikirkan kesenanganmu saja. Pikirkan juga keadaan pasanganmu. Jika sudah melakukan kesalahan, berusahalah untuk tidak mengulanginya. Hal itu juga akan membuat pasanganmu sakit.

You can do it๐Ÿ˜€

Jumat, 25 Desember 2015

Part 1

Adzan magrib baru saja merkumandang, Ku ambil air wudhu. Aku berniat untuk wudhu sebelum aku sholat. Mataku masih bengkak memerah. Sudahlah, aku pikir bersedih tak perlu berlarut larut. Aku akan mengadu pada sang Pencipta apa yang baru saja aku rasakan.

"Nak, Mama nanti mau pergi sama Papa. Mau beli kebutuhan Papa untuk di Surabaya. Kamu mau titip apa, biar sekalian Mama belikan?"
Ku gelengkan kepalaku, dan beranjak pergi meninggalkan Mama di ruang keluarga.
"Kamu kenapa? Kok diam saja? Mama sedang bicara denganmu."
"Aku mau sholat dulu Ma."
"Ada apa dengan anak itu? Tak biasanya dia seperti itu. Apa yang telah terjadi sehingga dia seperti itu?" tanya mama dalam hati.

Setelah sholat magrib, aku selalu membaca Al-Quran. Hati dan persaanku berangsur tenang. Tapi entah kenapa pikiranku masih terbayang oleh msalah tadi. Kejadian yang tak penah aku kira sebelumnya, tiba-tiba menerpaku. Aku seperti terjatuh dari negeri awan yang sangat indah ke jurang yang sangat dalam. 

"Dania, Papa dan Mama pergi dulu. Kamu yakin ngga mau pesan sesuatu biar nanti Papa belikan?"
"Engga Pa, Dania lagi ngga pingin apa-apa."
"Yasudah, kamu jangan lupa makan. Ngga usah nunggu Papa Mama pulang. Papa mau mampir rumah temen Papa sebentar."
"Iya Pa, nantii aku makan."
"Kamu hati-hati dirumah. Papa berangkat dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Pa."

Maha Segalanya

Tuhan menciptakan manusia hidup berpasang pasangan. Sejak lahir atau bahkan sebelum lahir Tuhan telah merencanakan jodohmu kelak. Jika Tuhan tak mempertemukanmu dengan pasanganmu di dunia, Tuhan akan mempertemukanmu di surga.

Percayalah Tuhan tidak tidur, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui. Jangan pernah berfikir bahwa Tuhan tak adil, atau Tuhan tak sayang lagi padamu. mungkin Tuhan tengah menguji kesabaranmu. Seberapa kuat kamu mengahadapi semua ujian yang Tuhan berikan. Tuhan juga tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan umatnya.

Rabu, 01 Oktober 2014

pertama

Iya 4 hari yg lalu..

hmm seneng deh ..
ngga nyangka juga..
makasih ya kak ..

udah setahun juga
setahun yg pertama sama kamu kak

dan wishnya bakal ada tahun tahun berikutnya ya kak

sayang kamu kak {}